Nikmatnya Suasana Sungai Chao Phraya

Sungai Chao Phraya bagi bangsa Thailand, sama pentingnya seperti Sungai Mahakam atau Musi bagi orang Indonesia. Denyut nadi kehidupan di Negeri Gajah Putih ini bisa dirasakan wisatawan di Chao Phraya. Nongkrong saja beberapa waktu dan nikmati suasana.

Sungai Chao Phraya

Kali ini saya berkesempatan melewatkan waktu di tepi Sungai Chao Phraya, tapi bukan di Bangkok, melainkan lebih ke arah hulu. Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke Ayutthaya, sekitar 2 jam perjalanan dari Bangkok ke arah utara.

Saya datang ke sana sore hari. Maksud hati sebenarnya ingin berkunjung ke vihara Wat Phra Mahathat yang memiliki patung Buddha di dalam batang pohon yang terkenal. Namun, saya datang terlalu sore dan tempat itu ditutup.

Selain itu, cuaca hujan juga menghambat kami untuk wara-wiri di kota ini. Satu-satunya pilihan adalah berteduh menikmati pinggir Sungai Chao Phraya, menunggu malam datang. Malam nanti, kami akan menikmati perayaan Loy Krathong, festival lentera dan melarung sesajen ke sungai.

Pilihan kami pun jatuh ke kawasan U Thong Road, jalan panjang yang menyusuri lekuk Sungai Chao Phraya. Di tepi jalan, banyak restoran yang berada langsung di tepi sungai. Kebanyakan merupakan rumah makan sekaligus menyediakan jasa perahu sightseeing keliling sungai Chao Phraya.

Kami masuk ke Restoran Kankitti. Menu kami biasa saja sebenarnya, nasi goreng Thailand, pad thai, aneka tumisan sayur dan sea food. Namun suasananya yang memang mengasyikan.

Sungai Chao Phraya di Ayutthaya lebih tenang dan damai dibandingkan ketika sudah sampai di Kota Bangkok yang ramai. Sesekali, melintaslah perahu besar yang membawa rombongan wisatawan. Perahu ini full music, sehingga hingar bingarnya terdengar saat melintasi restoran tempat kami makan.

Sepertinya semua orang biasa membagi keceriaan. Mereka yang ada di perahu bersorak sorai melambaikan tangan kepada kami, walaupun tidak kenal. Orang-orang di restoran pun membalas lambaian tangan.

Semakin sore, suasana makin ramai di Chao Phraya, ini lantaran semua orang menyambut malam Loy Krathong. Darr! Darr! Suara petasan sesekali menyemarakan suasana. Dari seberang sungai yang agak jauh, saya melihat kepulan asap. Tebakan saya, ini semacam meriam bambu seperti di Indonesia atau petasan yang cukup besar.

Sampai menjelang malam, aktivitas penyeberangan sungai sepertinya semakin ramai orang. Semua merapat ke Sungai Chao Phraya, terutama yang dekat vihara. Tradisi melarung sesajen dan menerbangkan lentera, dilakukan dari vihara.

Pusat kegiatan Loy Krathong di tepi Sungai Chao Phraya ini dilakukan di Vihara Wat Phananchoeng Worawihan. Tempat inilah yang menjadi tempat tujuan saya setelah kenyang mengisi perut dan nongkrong di pinggir Sungai Chao Phraya. Saya siap bergabung bersama ribuan warga dan turis menikmati Loy Krathong di sungai legendaris ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *